Modernisasi Kebaya Dari Dulu Hingga Kini

perayaan 17 agustus diwarnai dengan kegiatan yang bernapaskan nasionalisme, salah satunya dengan mengenakan pakaian adat khas provinsi asal tiap – tiap. tetapi sempatkah terlintas di benak kamu peningkatan pakaian adat dari dahulu sampai saat ini telah begitu pesat? terlebih lagi bukti diri aslinya telah dimodifikasi sedemikian rupa sampai – sampai bentuk aslinya nyaris pudar.

Modernisasi Kebaya Dari Dulu Hingga Kini

menelusuri hal ini, wolipop menemui satu di antara desainer mode indonesia yang tidak berubah – ubah mengangkut koleksi bertemakan tradisionalisme, masa soekamto, selasa (7/8/2012) di butik iwan tirta, hang tuah, jakarta. saat ini masa menjadi direktur kreatif untuk rumah mode iwan tirta serta pula lini atas namanya sendiri. iapun membagi pengetahuannya seputar pakaian adat jawa.

pakaian adat jawa yang paling terkenal bagi masa merupakan kebaya. kebayapun dibagi atas bermacam berbagai tipe, tetapi yang paling kerap dipakai merupakan model kebaya encim sampai Model Kebaya Kutu Baru. kebaya brokat menggambarkan bentuk modernisasi yang paling ekstrem karna telah meninggalkan esensi tradisi.

dikisahkan, awal mulanya kebaya hanya dipakai oleh orang di istana. ada sebutan kebaya kutu baru yang paling orisinil dari era majapahit. setelah itu adapula kebaya hitam beludru yang menggambarkan hasil asimilasi dari budaya eropa. sebaliknya kebaya motif bebungaan terus menjadi terkenal di masa kerajaan mataram sehabis hadapi bermacam proses asimilasi budaya.

kebaya Cina yang saat ini terkenal dengan sebutan kebaya encim awal mulanya ditolak oleh pihak istana mengingat para penjajah belanda berupaya mempopulerkan kebaya beludru yang sangat eropa. kesimpulannya, kebaya encim ini mulai tersingkir sampai kesimpulannya dipopulerkan dan diadaptasi oleh masyarakat pesisir. saat ini, banyak perempuan masa saat ini yang mengenakan kebaya tipe ini untuk kegiatan resmi dengan olahan embroidery corak putih yang dikombinasikan dengan kain batik.

dahulu, kebaya yang terkenal dipakai di istana merupakan kutu baru dan kartini. tetapi model kartini yang seperti nyonya – nyonya diklaim kepunyaan malaysia, sementara itu kenyataannya lahir di jawa. untuk bawahan, campuran yang dipakai merupakan wiron, karna ada adat istiadat berjalan perempuan yang melangkah kecil, sampai – sampai wiron dibentuk sedemikian ketat sampai – sampai jalur terus menjadi susah.

kekinian desain dan siluet kebaya memang tidak sangat tajam dari masa ke masa. modernisasi pada potongan yang dimainkan mengetat ataupun melonggar, perinci dibesarkan pada pemilihan renda dan penempatannya di zona yang tidak umum. aksesoripun dibuat seminimal bisa jadi supaya tidak sangat gempar dari ujung kepala sampai kaki.

pemakaian korset model bustier juga menggambarkan asimilasi budaya eropa yang terus diterapkan sampai saat ini. banyak kebaya di tahun 80an yang dilengkapi dengan bustier yang notabene peninggalan budaya eropa. sementara itu orisinalnya kebaya memakai kain pengikat seragam stagen ataupun kutang. seperti itu sebabnya banyak kita lihat kebaya modern memadu torso atas perempuan dengan tentu, sebaliknya model aslinya condong longgar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *